Kamis, 23 April 2015

Pengangguran Semakin Tinggi, Lapangan Kerja Semakin Sedikit

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengatakan Indonesia masih menghadapi angka pengangguran yang cukup tinggi sementara lapangan kerja yang ada semakin sedikit.

Ia merujuk pada penurunan elastisitas tenaga kerja dalam satu dekade terakhir. Pada 2014 setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi menciptakan 160.000 lapangan kerja. Angka itu terbilang rendah jika dibandingkan pada 2004. Kala itu, 1 persen pertumbuhan menciptakan 450.000 lapangan kerja.

Di sisi lain, angka pengangguran terbuka di Indonesia per Agustus 2014 mencapai lebih dari 7 juta orang dan angkatan kerja baru yang muncul sekitar 2 juta orang per tahun.

Sedangkan jumlah angka pengangguran mungkin bertambah karena ada sekitar 23 juta orang yang bekerja paruh waktu dan kategori setengah pengganggur.

"Masalah inilah yang perlu segera dipecahkan melalui investasi yang menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Pemerintah sendiri menargetkan penyerapan 2 juta lapangan kerja setiap tahunnya," katanya lewat siaran pers, Sabtu (28/3).

Ia mengatakan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jepang dan Cina pada 23-28 Maret mengangkat isu yang menekankan Indonesia sebagai basis produksi.

"Indonesia membutuhkannya (menjadi basis produksi) guna menciptakan lapangan kerja dan mengatasi pengangguran," katanya

Franky mengatakan kebijakan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja adalah melalui industri bernilai tambah dan tidak mengekspor barang mentah.



SARAN    :
     Masalah pengangguran di Indonesia bukanlah hal pertama yang terjadi, melainkan hal yang belum dapat di pecahkan pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Angka pengangguran yang semakin meningkat setiap tahunnya merupakan masalah bagi pemerintah. Tingginya angka pengangguran justru berbanding terbalik dengan tersedianya lapangan pekerjan yang sedikit. Maka upaya pemerintah yang harus dilakukan untuk nengatasi jumlah pengangguran adalah menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak dan layak. Selain itu cara untuk penanggulangan pengangguran harus dilakukan antara lain, perbaikan pelayanan informasi lowongan perkerjaan, penyelenggaraan bursa kerja, peningkatan keterampilan kerja, pengembangaan usaha kecil dan menengah, serta kewirausahaan.
    Kesempatan kerja tidak hanya didapat dari lowongan pekerjaan, tapi kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan berwirausaha dan mengembangkan usaha kecil atau menengah. Semua pihak baik pemerintah maupun instansi pembinaan yang bergerak dibidang usaha agar dapat menggerakan penciptaan lapangan kerja yang baru. Pemerintah juga harus mempunyai kebijakan yang menjamin pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak signifikan untuk perluasan kesempatan kerja.



Jumat, 20 Maret 2015

AKUNTANSI INTERNASONAL

Nama  : Syifa Yusnika
Npm    : 27211003
Kelas   : 4EB24

KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA
10 Maret 2015
Mata Uang
Nilai
Kurs Jual
Kurs Beli
AUD
1.00
10,060.86
9,958.60
BND
1.00
9,486.09
9,390.76
CAD
1.00
10,388.66
10,280.88
CHF
1.00
13,296.86
13,159.81
CNY
1.00
2,131.49
2,110.37
DKK
1.00
1,907.28
1,888.11
EUR
1.00
14,211.98
14,068.60
GBP
1.00
19,809.37
19,607.95
HKD
1.00
1,691.39
1,674.53
JPY
100.00
10,788.33
10,679.71
KRW
1.00
11.73
11.61
KWD
1.00
44,010.73
43,501.84
MYR
1.00
3,555.19
3,517.12
NOK
1.00
1,651.86
1,634.88
NZD
1.00
9,589.71
9,489.52
PGK
1.00
5,052.74
4,810.38
PHP
1.00
296.49
293.48
SAR
1.00
3,499.64
3,464.79
SEK
1.00
1,544.82
1,529.07
SGD
1.00
9,486.09
9,390.76
THB
1.00
402.58
398.34
USD
1.00
13,124.00
12,994.00
Sumber: Bank Indonesia

SOAL dan JAWAB KURS JUAL dan KURS BELI tanggal 10 Maret 2015
1.      Ketika berjalan – jalan ke new Zealand Tn. Rasya membeli hadiah untuk pacarnya sebuah jam tangan seharga NZD 300 dan Tn. Rasya pun mampir ke singapura untuk keperluan bisnis maka membelikan sepasang sepatu untuk pacarnya seharga SGD 150. Maka berapa rupiah yg diperlukan Tn. Rasya untuk membelikan hadiah pacarnya?

Jawab:
NZD 300 x  9.589,71(Kurs Jual) = Rp. 2.876.913
SGD 150 x 9.486,06 (Kurs Jual) = Rp. 1.422.914 +
                                                        Rp. 4.299.827

2. Ny. Lala ingin melakukan botox dan operasi plastik pada mata dan hidungnya di Hongkong   seharga  $ 20.000.000 . Biaya perjalanan $ 3000 Australia. Berapa sisa uang Ny.lala jika ia mempunyai uang sebanyak Rp. 5.000.000.000,-
Jawab   :
HKD 2.000.000 x 1.691,39 (kurs jual)  = Rp. 3.382.780.000
AUD 3000 x 10.060,86 (kurs jual)        = Rp.      30.182.580 +
                                                                   Rp. 3.412.962.580

Sisa uang Ny.Lala  = Rp. 5.000.000.000 –  Rp. 3.412.962.580 = Rp. 1.587.037.420

3.      Raisa  mempunyai tabungan senilai 14.000 GBP (British Pound), ingin membuka usaha dibidang tekstile dari Swiss, ia membutuhkan 12.000 CHF (Franc Swiss) untuk modal usahanya. Berapa Rupiah yang harus ia siapkan untuk modal usahanya?
Jawab:
14.000 GBP (British Pound) x 19.607,95 (Kurs Beli)         = Rp. 274.511.300
12.000 CHF (Franc Swiss)    x  13.296,86 (Kurs Jual)       = Rp. 159.562.320 –
Nilai Rupiah yang harus disiapkan                                          Rp. 114.948.980

4.      Mr. Richard adalah seorang wisatawan asal Spanyol yang sedang berkunjung ke Indonesia dengan membawa uang sebesar 4.800 EUR (EURO). Ketika ditukar di bank maka berapa Rupiah yang di dapat Mr. Richard?
Jawab:
4.800EUR (EURO) x 14.068,60 (Kurs Beli)  = Rp. 67.529.280

Jadi, nilai Euro yang ditukarkan adalah sebesar Rp. 67.529.280 

5.      Ny. Rina mengimpor emas dari China dengan harga 60.000 CNY (Chine Yuan Renminbi). Berapa SGD yang harus dibayar Ny. Rina?
Jawab:
60.000 CNY (Chine Yuan Renminbi) x 2.131,49  (Kurs Jual)  = Rp. 127.889.400

SGD (Singapore Dollar)     =  Rp. 127.889.400
                                                9.486,09 (Kurs Jual)
                                            =  13.481,78 SGD

6.      Tn. Husein mempunyai tabungan di bank luar negri sebesar 25.000 MYR (Ringgit Malaysia), Ia ingin mengajak istri dan ke 2 anaknya untuk pergi umrah ke Mekkah dengan biaya per orang 8000 SAR (Riyad Saudi Arabia) dan biaya fiskal Rp. 1.500.000. Berapa USD (Dollar Amerika) biaya yang harus di keluarkan?
Jawab:
Tabungan Tn. Husein di bank luar negri
70.000 MYR (Ringgit Malaysia) x 3.517,12 (Kurs Beli)  = Rp. 246.198.400

Biaya-biaya yang dikeluarkan Husein
Biaya Tour   = (4 x 8000  ) x  3.499.64 (Kurs Jual)         = Rp. 111.988.480
Biaya Fiskal = 1.500.000 x 4                                            = Rp. 6.000.000 +
Total Biaya                                                                           Rp. 117.988.480

USD (Dollar Amerika)   = Rp. 117.988.480
                                                 13.124,00 (Kurs Jual)
USD yang dikeluarkan  =    $ 8.990,28

7.  Ridho seorang warga negara Indonesia ia ingin berkunjung ke Australia untuk Traveling. Ia mempunyai uang senilai Rp. 75.000.000. Ketika ditukar di bank berapa AUD (Australian Dollar) yang akan ia peroleh?
Jawab:
AUD (Australian Dollar)        = Rp. 75.000.000
                                                    10.060,86 AUD (Kurs Jual)
                                                 =  7.454,63 AUD

8.      Tn. Anto membeli restoran di Denmark dengan harga 700.000 DKK (Kroner Denmark). Berapa Euro yang harus dibayar Tn. Anto ?
Jawab:
700.000 DKK (Kroner Denmark) x 1.907,28 (kurs Jual)  = Rp. 1.335.096.000

Euro yang harus dibayarkan:  Rp. 1.335.096.000
                                                14211,98 EUR (Kurs Jual)
                                                =   93.941,59 EUR

9.    Endah  mendapat kiriman uang dari kakaknya yang bekerja di New Zealand sebesar 15.000 NZD (Dolar Selandia Baru) dan kiriman dari ayahnya yang bekerja di Singapura sebesar 12.000 SGD (Singapore Dollar). Berapa  rupiah uang  yang akan diterima Endah
Jawab:
 9.000 NZD (Dolar Selandia Baru) x 9.489,52 (Kurs Beli)    = Rp. 85.405.680
12.000 SGD (Singapore Dollar)     x 9.390,76 (Kurs Beli)     = Rp. 112.689.120 +
Total uang yang diterima                                                         = Rp. 198.094.800

10.  Iman mengimport sepatu dari negara Hongkong dengan harga 800 HKD (Dolar Hongkong). Berapa KRW (Korean won) yang harus dibayar oleh Iman?
Jawab:
800 HKD (Dolar Hongkong) x 1691,39 (Kurs Jual)  = Rp. 1.353.112

KRW yang harus dibayarkan : Rp. 1.353.112
                                                  11,73 KRW (Kurs Jual)
                                                = 115.354,82 KRW


Minggu, 02 November 2014

PELANGGARAN ETIKA PROFESI

“Empat Modus Asian Agri Tunggak Pajak 14 perusahaan yang tergabung dalam grup perusahaan sawit Asian Agri menunggak pajak”

Kamis, 15 September 2011, 17:09Antique, Nur Eka Sukmawati
VIVAnews - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan, 14 perusahaan yang tergabung dalam grup perusahaan sawit Asian Agri menunggak pajak selama empat tahun. Nilai total tunggakan itu mencapai Rp1,29 triliun.

Menurut Kepala Bidang Investigasi BPKP DKI Jakarta, Arman Sahri Harahap, ada empat modus yang dipakai Asian Agri dalam mengemplang pajak. Modus pertama, memperbesar harga pokok penjualan barang dari yang sebenarnya.

"Modus ini kami temukan dari adanya pengiriman uang kepada dua pegawai berinisial H dan E. Ternyata, uang tersebut dimasukkan ke dalam biaya, sehingga harga pokok penjualan menjadi lebih tinggi dari yang sebenarnya," ungkap Arman di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 15 September 2011.

Modus kedua, Arman menuturkan, dengan menjual produk kepada perusahaan afiliasi Asian Agri di luar negeri dengan harga yang sangat rendah. Sementara itu, modus ketiga terkait manajemen fee.
"Ada kegiatan jasa konsultan yang dimasukkan dalam biaya, padahal pekerjaannya tidak ada," kata dia.
Arman melanjutkan, modus keempat dilakukan dengan membebankan biaya ke dalam keuangan. "Perhitungan laba rugi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya," tuturnya.

Sementara itu, besaran tunggakan pajak tersebut diperoleh BPKP setelah meneliti Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) dan lampirannya yang disampaikan ke Kantor Pajak Tanah Abang 1 dan 2, kemudian membandingkan dengan buku besar Asian Agri, dan selanjutnya dibandingkan dengan hasil audit akuntan publik.

"Kami menghitung nilai transaksi yang ada buktinya, namun tidak ada di pembukuan. Lalu menghitung substansinya," ungkap Arman.

Menanggapi pernyataan ini, pihak Asian Agri mengatakan baru akan menyatakan pendapat usai memperoleh salinan BPKP. Sebab, laporan tersebut berbentuk tertulis, pihaknya membutuhkan waktu untuk mempelajari.

"Ini menunjukkan saksi belum siap karena dari 14, baru 10 perusahaan yang selesai," ujar kuasa hukum terdakwa Agri Suwir Laut, Luhut Pangaribuan. (art)

1.1         Komentar:
Menurut pendapat kelompok kami, kasus penunggakan pajak PT. Asian Agri telah melakukan berbagai penyimpangan etika profesinya yang merugikan berbagai pihak terutama Negara, karena dalam kasus ini PT. Asian Agri telah melanggar beberapa prinsip kode etik diantaranya, yaitu:
1.      Tanggung jawab profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai perusahaan yang wajib membayar pajak setiap tahun, PT. Asian Agri tidak melaksanakan tanggung jawab dalam pembayaran pajak tersebut dengan benar. Dikarenakan penyimpangan yang telah perusahaan lakukan selama 4 tahun. Salah satunya seperti pengeluaran dana pribadi yang seharusnya tidak dimasukkan ke dalam biaya perusahaan. Pada akhirnya menjadi alasan perusahaan untuk tidak membayar pajak yang seharusnya dibayarkan kepada  Negara.


2.      Prinsip Kepentingan Publik,
Disini PT. Asian Agri tidak mementingkan kepentingan publik yaitu kepentingan Negara karena PT. Asian Agri lebih mementingkan perusahaannya beserta anak perusahaannya untuk mengambil keuntungan dengan tidak membayar pajak selama 4 tahun tersebut.

3.      Standar teknis
Setiap perusahaan harus melakukan jasa professionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, perusahaan harus mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan sesuai dengan standar teknis selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. Beberapa penyimpangannya antara lain menjual produk kepada perusahaan afiliasi Asian Agri di luar negeri dengan harga yang sangat rendah, sehingga perusahaan tidak membayar pajak sesuai dengan yang ditentukan oleh Dirjen Pajak. Dan pada perhitungan laporan laba rugi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.


SUMBER: